primordialisme merupakan salah satu elemen pada masyarakat multikultural yaitu

Primordialismeberarti kesetiaan tradisional, yaitu sikap yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak lahir (kecil), seperti kesukubangsaan, keagamaan, adat istiadat, dan sebagainya oleh seseorang dalam kelompoknya yang kemudian meluas dan berkembang. Dan sikap primordial ini Iahirlah etnosentrisme. Masyarakatmultikultural juga diartikan sebagai sebuah kata atau istilah yang dipakai dalam menggambarkan pandangan atau anggapan seseorang mengenai berbagai kehidupan yang ada di bumi, atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, serta beragam budaya, bergam nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan juga politik yang mereka anut. . Mengacu pada pengertian konflik di atas, adapun macam-macam konflik adalah sebagai berikut: 1. Konflik Individu. Konflik pribadi adalah konflik yang terjadi antara individu dengan individu atau dengan kelompok masyarakat. Jenis konflik ini sangat sering terjadi di dalam keluarga, pertemanan, dunia kerja, dan lainnya. 2. Konflik Yupitu merupakan salah satu contoh dari adanya primordialisme di Indonesia. Gerakan Aceh Merdeka merupakan salah satu contoh adanya primordialisme (Dok. Coba deh tulis jawaban elo di kolom komentar ya! Baca Juga: Masalah dan Konflik Masyarakat Multikultural di Indonesia - Materi Sosiologi Kelas 11. Faktor Penyebab Primordialisme. 9 Tingginya jumlah pengangguran tidak hanya disebabkan oleh rendahnya pendidikan. Kenyataannya, banyak orang berpendidikan tinggi menjadi pengangguran. Kondisi ini menunjukkan permasalahan sosial dalam masyarakat. Salah satu cara mengatasi permasalahan sosial tersebut adalah A. Meningkatkan pemerataan pembangunan dalam masyarakat. Site De Rencontre Entre Homme Et Femme Gratuit. Pengertian Primordialisme – Primordialisme merupakan sebuah pandangan atau paham yang memegang erat hal-hal yang dibawa sejak kecil. Baik itu mengenai adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, dan hal lain yang sudah ada di dalam lingkungan pertamanya. Paham tersebut merupakan faktor penting yang digunakan sebagai identitas sebuah masyarakat atau golongan. Dimana identitas tersebut digunakan untuk memperkuat ikatan golongan atau kelompok sosial dalam menghadapi sebuah ancaman yang berasal dari luar. Paham inilah yang nantinya mampu meningkatkan semangat berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, selain ada keuntungannya, ternyata paham tersebut juga bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat itu sendiri. Dengan adanya primordialisme, dapat membangkuitkan prasangka buruk dan juga bisa menyebabkan permusuhan antara satu golongan dan golongan lain yang memiliki perbedaan. A. Pengertian PrimordialismeB. Pengertian Primordialisme Menurut Para Ahli1. William G. Sumner2. Charles Horton Cooley3. Robuskha dan Shepsle4. Stephen K. Sanderson5. Ramlan Surbakti6. Fadli Iblaze7. Ilyas SmtC. Jenis-jenis Primordialisme1. Primordialisme Suku2. Primordialisme Agama3. Primordialisme KedaerahanD. Dampak Negatif dan Positif PrimordialismeDampak Negatif Primordialisme1. Bisa Mengganggu Kelangsungan Hidup Suatu Bangsa2. Menghambat Modernisasi3. Menghambat Hubungan Antar Bangsa4. Mengurangi Objektivitas Ilmu Pengetahuan5. Penyebab Adanya Diskriminasi6. Faktor Terjadinya Konflik Antar SukuDampak Positif Primordialisme1. Meningkatkan Rasa Cinta Terhadap Tanah Air2. Menciptakan Kesetiaan Terhadap Negara3. Meningkatkan Semangat Patriotisme4. Menjaga Keutuhan BudayaE. Ciri-ciri Primordialisme1. Berwujud sebagai identitas kelompok2. Memiliki cita-cita yang sama3. Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural4. Memicu permusuhan5. Lahirnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok6. Nilai yang berhubungan dengan sistem keyakinanF. Contoh Primordialisme1. Contoh Perilaku Primordialisme2. Contoh Primordialisme Di Indonesia Primordial adalah ikatan yang ada di dalam sebuah kelompok masyarakat. Dimana ikatan tersebut memiliki sifat keaslian “misalnya kekerabatan, kesukuan, kelompok, dan agama. Sifat tersebut adalah sifat yang telah dibawa sejak lahir. Contohnya, sifat keaslian yang berdasarkan kesukuan atau kekerabatan serta kelompok tertentu yang sifatnya tradisional. Primordialisme adalah suatu perasaan-perasaan dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi dan kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu baru dilahirkan Jika sikap setiap anggota masyarakat memiliki orientasi kepada kepentingan bersama atau kelompoknya, maka hal tersebut dapat diartikan sebagai primordialisme. Kelompok masyarakat memiliki bermacam-macam jenis, bergantung pada proses pembentukannya. Terdapat pula kelompok sudah ada dan terbentuk karena adanya ikatan alamiah dan juga ikatan keturunan. Dimana hal tersebut telah mengikat masyarakatnya dengan sistem norma dan adat istiadat yang sejak zaman dahulu sudah tumbuh secara alami. Selain itu,ada pula kelompok masyarakat yang terbentuk dengan sengaja. Sehingga nilai, norma, dan aturan yang mengikat anggotanya disusun secara terbuka dan sengaja. Jenis kelompok ini seringkali disebut dengan kelompok atau grup atau primary group. Di dalam sistem pengorganisasian “grup” ini, biasanya disebut dengan in formal organization. Jenis dari kelompok tersebut juga bermacam-macam, mulai dari kelompok kekerabatan, kesukuan, atau klan. Orang-orang yang tergabung ke dalam kelompok “grup” seringkali menyebut diri mereka sebagai kelompok dalam atau “in group”. Sedangkan orang-orang dari luar kelompok mereka akan disebut sebagai kelompok luar atau “out group”. B. Pengertian Primordialisme Menurut Para Ahli Di bawah ini adalah beberapa pengertian primordialisme menurut para ahli. 1. William G. Sumner Menurut Sumner, di dalam grup atau kelompok masyarakat terdapat sebuah persamaan yang berbentuk persaudaraan. Dimana hal itu ditunjukkan dengan kerjasama, saling menghormati, dan saling membantu serta mempunyai persamaan solidaritas. Selain itu, antar anggota kelompok juga harus memiliki kesetiaan terhadap kelompoknya dan bersedia untuk berkorban demi kepentingan kelompoknya. 2. Charles Horton Cooley Kelompok primer atau in group memiliki peran sangat penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Kepada kelompok inilah nantinya seseorang akan belajar dan mengenal kasih sayang, keadilan, kebebasan, patuh kepada orang tua, dan bersedia berkorban untuk keluarganya. Pengalaman tersebutlah yang nantinya akan mengikat perasaan mereka dalam suatu kelompok. Sehingga primordialisme bisa terjadi di dalam setiap kelompok yang masih mempertahankan nilai keaslian kelompok itu sendiri. 3. Robuskha dan Shepsle Primordialisme merupakan sebuah loyalitas yang berlebihan terhadap budaya yang bersifat subnasional. Misalnya keluarga, agama, ras, suku, dan kedaerahan. 4. Stephen K. Sanderson Primordialisme erat kaitannya dengan studi etnisitas, yaitu suatu pandangan yang menyebut identitas etnis sebagai hal yang melekat di dalam individu dan sulit dihapuskan. 5. Ramlan Surbakti Primordialisme adalah sebuah keterkaitan seseorang di dalam sebuah kelompok atas dasar ikatan kekerabatan, adat istiadat, dan suku bangsa. Sehingga hal tersebut mampu melahirkan pola perilaku dan cita-cita yang sama. 6. Fadli Iblaze Menurutnya, arti dari primordialisme adalah paham yang pertama kali dikenal oleh seseorang saat mengalami pertumbuhan. Sehingga hal itu dapat mendorong pola perilaku yang khas di dalam kelompok masyarakat yang sama. 7. Ilyas Smt Primordialisme merupakan sebuah ide bersama dari para anggota masyarakat yang memiliki kesamaan berdasarkan agama, suku bangsa, politik, dan hal lainnya. Memiliki pandangan seperti ini dalam sebuah golongan atau kelompok sosial tentu merupakan hal yang sangat penting. Primordialisme dapat menjadi salah satu faktor penting dalam memperkokoh hubungan dan ikatan golongan, kuatnya hubungan tersebut tentu akan sangat membantu dikala suatu golongan atau kelompok kemungkinan akan diterpa suatu ancaman eksternal. Namun, memiliki pandangan primordialisme yang berlebihan juga dapat membuat terpicunya prasangka buruk atau bahkan sampai permusuhan antar golongan satu dengan golongan lainnya. C. Jenis-jenis Primordialisme Primordialisme dikelompokkan menjadi tiga jenis. Berikut ini jenis-jenis primordialisme. 1. Primordialisme Suku Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang terlalu terikat dengan sukunya sendiri. 2. Primordialisme Agama Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang menganut suatu agama yang terlalu membanggakan agamanya sendiri tanpa menghormati dan acuh tak acuh pada agama lain. 3. Primordialisme Kedaerahan Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang lebih terikat dengan daerahnya sendiri daripada daerah lain. Baca juga Pengertian Ilmu Sosial Pengertian Kemiskinan Contoh Masalah Sosial di Indonesia D. Dampak Negatif dan Positif Primordialisme Primordialisme adalah salah satu faktor penting yang dapat memperkuat ikatan suatu kelompok saat ada ancaman dari luar kelompok mereka. Akan tetapi, primordialisme juga dinilai negatif karena berpotensi mengganggu kelangsungan hidup masyarakat. Selain itu, paham ini juga seringkali dianggap memiliki sifat yang merusak, primitif, dan regresif. Bahkan, primordialisme dianggap bisa menghambat modernisasi, merusak integrasi nasional, dan proses proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, paham ini bisa saja memicu munculnya konflik antar suku yang ada di suatu negara. Dampak Negatif Primordialisme Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang bisa muncul akibat adanya primordialisme. 1. Bisa Mengganggu Kelangsungan Hidup Suatu Bangsa Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Maksud dari mengganggu kelangsungan hidup masyarakat adalah apabila seseorang yang mempunyai paham primordialisme cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya dan menilai bahwa kebudayaan kelompoknya lebih baik dari siapapun. Sehingga hal tersebut menyebabkan jalinan persatuan dan kesatuan menjadi sulit diciptakan. Contohnya Masyarakat Aceh sangat percaya bahwa kebudayaan dan suku Aceh lebih baik dibandingkan dengan kebudayaan dari Jawa. Hal tersebut terjadi karena faktor sejarah. 2. Menghambat Modernisasi Hal ini bisa terjadi apabila seseorang ataupun sekelompok masyarakat cenderung menolak kebudayaan baru yang berasal dari luar kebudayaan mereka. Itu karena mereka ingin mempertahankan adat istiadat yang lama. Tapi perlu kamu ketahui bahwa kebudayaan baru tersebut bisa berpengaruh pada proses pembangunan dan modernisasi. Contohnya Masyarakat Aceh menolak adanya pembangunan Hotel Bintang 5 di samping Masjid Raya Baiturrahman. Sebab, mereka merasa bahwa tidak boleh ada bangunan yang tingginya melebihi masjid. 3. Menghambat Hubungan Antar Bangsa Jika primordialisme terjadi secara berlebihan, maka kita akan sulit menerima kebudayaan baru. Sehingga akan lebih sulit untuk bekerjasama dengan pihak lain. Sebab, kita hanya mau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan kelompok sendiri saja. 4. Mengurangi Objektivitas Ilmu Pengetahuan Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat membuat seseorang melihat segala sesuatunya secara objektif. Mereka akan cenderung merasa apa yang telah dilakukan oleh kelompok sendiri selalu benar. Meskipun menurut ilmu pengetahuan, hal tersebut sudah tentu salah. 5. Penyebab Adanya Diskriminasi Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan sikap diskriminasi terhadap pihak lain yang mempunyai kebudayaan berbeda. Dengan begitu, mereka akan cenderung membeda-bedakan setiap orang yang berasal dari kelompok lain. Contohnya Diskriminasi terhadap penduduk yang baru saja melakukan transmigrasi oleh penduduk lokal 6. Faktor Terjadinya Konflik Antar Suku Salah satu faktor pendorong yang bisa menyebabkan konflik antara suku satu dan suku lain di suatu negara adalah primordialisme. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kelompok yang terlalu menerapkan paham primordialisme akan kesulitan untuk menerima kelompok lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Dampak Positif Primordialisme Berikut ini adalah beberapa dampak positif dari adanya paham primordialisme. 1. Meningkatkan Rasa Cinta Terhadap Tanah Air Dengan adanya paham primordialisme, maka seseorang akan mempunyai cinta terhadap budaya dan juga daerah tempat lahirnya. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah kekuatan yang mampu menolak kebudayaan lain yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang telah mereka anut sejak kecil. 2. Menciptakan Kesetiaan Terhadap Negara Dengan adanya primordialisme, maka akan mendorong munculnya kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut terjadi karena paham ini bisa menumbuhkan sikap cinta terhadap tanah air dan juga kebudayaan yang ada. 3. Meningkatkan Semangat Patriotisme Paham tersebut mampu menciptakan rasa nasionalisme yang tinggi kepada bangsa dan negara dimana mereka berasal. Dengan begitu, hal ini bisa mendorong segala keperluan serta kepentingan bangsa dan juga negara. 4. Menjaga Keutuhan Budaya Adanya paham primordialisme, hal itu mampu menjadikan suatu kelompok menjadi lebih bertanggung jawab atas keutuhan kebudayaan suatu negara. Hal tersebut sangat penting, sebab kita juga perlu menyaring kebudayaan asing yang ingin masuk. Sehingga nilai dan kebudayaan yang sudah ada sejak dulu tetap terjaga. E. Ciri-ciri Primordialisme Bagi sebagian orang, primordialisme bukan lagi hal yang baru. Karena, pada dasarnya setiap masyarakat sudah terjalin atau terbentuk sebuah ikatan sosial. Yang mana dapat berasal dari tradisi, agama, ras atau suku, dan lainnya sebagai identitas yang disebut primordialisme. Ikatan sosial tersebut memiliki konsekuensi, yaitu adanya masyarakat multikultural, masyarakat yang berusaha mempertahankan keutuhan suatu kelompok, dapat memicunya kontravensi antar kelompok, berhubungan dengan keyakinan, dan cita-cita suatu kelompok. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri primordialisme yang perlu kamu pahami. 1. Berwujud sebagai identitas kelompok Primordialisme merupakan identitas bagi suatu kelompok, golongan, dan komunitas dalam masyarakat supaya ikatan antar anggotanya semakin kuat. Ini merupakan wujud sudah siap untuk melawan ancaman dari luar dan loyalitas berupa lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. 2. Memiliki cita-cita yang sama Loyalitas dan kepercayaan yang dimiliki setiap anggota kelompok akan dapat mewujudkan cita-cita suatu kelompok. Jika tidak memiliki cita-cita yang sama, maka kelompok tidak akan memiliki tujuan dan arah bahkan rentan terhadap ancaman dari kelompok atau pihak luar. 3. Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural merupakan primordialisme yang dianggap sebagai paham atau sikap teguh yang ditunjukkan oleh individu terhadap segala sesuatu yang telah ada dan melekat dari sejak lahir seperti kepercayaan, suku bangsa, agama, ras, dan sebagainya. 4. Memicu permusuhan Hal yang dapat memicu permusuhan antar kelompok adalah setiap kelompok merasa bahwa kelompoknya yang lebih baik dibanding kelompok lainnya, itulah yang menyebabkan permusuhan atau perselisihan antar kelompok tidak dapat dihindari. 5. Lahirnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok Tumbuhnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok dari berbagai macam ancaman dari luar kelompok sosial yang bersangkutan, hal ini terwujud dari sikap loyalitas antar anggota. 6. Nilai yang berhubungan dengan sistem keyakinan Nilai-nilai yang dimaksud seperti nilai seperti nilai sosial, adat istiadat, keagamaan, pandangan hidup, nilai dan norma, dll. dengan adanya nilai-nilai tadi akan membentuk sikap dan pikiran anggota kelompok yang sama. Baca juga Perubahan Sosial Diferensiasi Sosial Lembaga Sosial F. Contoh Primordialisme Terdapat beberapa kasus yang berhubungan dengan primordialisme yaitu Gerakan sosial separatis GAM, OPM, RMS, dll Terdapat kelompok masyarakat yang menganggap agamanya yang paling baik Adanya gerakan ISIS yang mengatasnamakan agama Islam NAZI yang menganggap bangsa Arya lebih unggul daripada bangsa Yahudi Adanya budaya sungkem yang dimiliki suku jawa 1. Contoh Perilaku Primordialisme Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku primordialisme yang perlu kamu hindari. a. Membentuk suatu partai politik yang berdasar pada ideologi, keterikatan, dan faktor-faktor lain seperti ras, suku, bangsa, dan agama b. Memberikan perilaku dan prioritas kepada orang-orang yang berasal dari suku bangsa, ras, dan daerah tertentu. 2. Contoh Primordialisme Di Indonesia Secara sadar atau tidak, masyarakat Indonesia ternyata terus mengembangkan paham dan ikatan yang bersifat primordial. Seperti halnya loyalitas yang terlalu berlebihan dengan mengutamakan kepentingan suatu kelompok ras, agama, daerah, dan juga keluarga tertentu. Padahal kenyataannya, loyalitas yang terlalu berlebihan terhadap suatu budaya atau kelompok justru bisa mengancam integrasi bangsa. Sebab, primordialisme bisa mengurangi loyalitas masyarakat terhadap budaya nasional. Sehingga hal tersebut mampu mengancam kedaulatan negara. Kecenderungan tersebut akan muncul jika setiap kelompok yang terorganisasi secara politik akan membentuk aliran baru yang bisa mengancam persatuan bangsa. Kemudian, kelompok masyarakat tersebut nantinya akan mengajukan sebuah tuntutan untuk memperjuangkan kepentingan kelompoknya sendiri. Misalnya tuntutan pembagian sumber daya alam supaya lebih seimbang antara daerah dan pusat. Jika tidak terakomodasi dengan baik, maka mereka akan berkembang menjadi sebuah gerakan yang memisahkan diri dari NKRI. Contohnya saja, Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Di dalam masyarakat Indonesia sendiri terdapat keberagaman suku, ras, agama, dan juga kebudayaan. Kemajemukan tersebut dapat dilihat dari adanya komunitas keturunan India, Tionghoa, dan lainnya. Selain itu, adanya perbedaan agama, suku, ras, dan budaya juga membuat masyarakat Indonesia lebih sulit terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh. Oleh sebab itu, untuk menangkal adanya paham primordialisme yang berlebihan. Setiap kelompok masyarakat wajib mengemabngkan budaya toleransi terhadap budaya atau kelompok lain. Hal ini bertujuan agar mereka bisa menerima kebudayaan kelompok lain tanpa menganggap mereka sebagai saingan yang perlu dilawan. Kemajemukan budaya yang ada di dalam masyarakat terbentuk dari adanya identitas budaya. Dimana identitas tersebut merupakan sebuah kategori pembeda antara budaya satu dengan budaya lainnya. Hal inilah yang bisa memunculkan sentimen primordial tertentu yang mampu mempengaruhi ikatan sosial atau politik antar kelompok suku di masyarakat. Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian primordialisme serta ciri-cirinya. Paham ini bisa saja memberikan dampak negatif maupun positif. Hal tersebut tergantung bagaimana kamu mempraktikkan paham tersebut secara benar dan tepat. Baca juga Penyimpangan Sosial Struktur Sosial di Masyarakat Interaksi Sosial Budaya Organisasi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Dalam menghadapi masalah sosial kerapkali yang datangnya dari pihak luar, masyarakat sejatiya telah terbentuk atau terjalin sebuah ikatan berasal dari tradisi, suku atau ras, agama, daerah asal, dan lain sebagainya sebagai identitas yang disebut primordialisme. Selanjutnya, dalam artikel ini akan membahas pengertian primordialisme, ciri, dampak, dan contohnya. PrimordialismePengertian PrimordialismePengertian Primordialisme Menurut Para AhliCharles Horton CooleyWilliam G. SumnerIlyas SmtFadli IblazeRamlan SurbaktiRobuskha dan ShepsleStephen K. SandersonCiri PrimordialismeBerwujud Sebagai Identitas KelompokKonsekuensi dari Adanya Masyarakat MultikulturalLahir Sikap untuk Mempertahankan Keutuhan KelompokMemantik PermusuhanNilai-Nilai yang Berkaitan dengan Sistem KeyakinanCita-Cita yang SamaDampak PrimordialismeDampak PositifMenjaga Kestabilan dan Keutuhan BudayaKesetiaan Pada BangsaMemperkuat Cinta Tanah AirDampak Negatif Menyebabkan DiskriminasiKelangsungan Hidup Negara TergangguInteraksi Antar-Bangsa TergangguContoh PrimordialismeDalam BermasyarakatGerakan Sosial SeparatisSebarkan iniPosting terkait Istilah primordialisme asal katnya dari bahasa latin, yaitu primus yang berarti pertama, serta ordiri yang berarti tenunan atau ikatan. Ikatan utama di dalam kehidupan seseorang, yakni hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku, ras, klan, asal-usul kedaerahan dan agama. Pengertian Primordialisme Pengertian primordialisme adalah istilah untuk menggambarkan paham atau kondisi yang memegang erat sesuatu yang dibawa sejak lahir, baik ihwal tradisi, adat-istiadat, suku bangsa, ras, agama, kepercayaan, daerah asal kelahiran, serta segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Adapun penjelasan pengertian primordialisme menurut beberapa para ahli atau pakar adalah antara lain sebagai berikut; Charles Horton Cooley Pengertian primordialisme adalah kelompok utama yang menentukan kepribadian manusia dalam melakukan kehidupannya. Kelompok utama seringnya dibawa oleh seseorang sejak lahir, sehingga timbul adanya perasaan bersama untuk membentuk kesatuan. William G. Sumner Definisi primodialisme merupakan persamaan persaudaraan yang ditunjukkan dengan kerja sama, saling membantu dan saling menghormati, serta memiliki persamaan solidaritas dan loyalitas terhadap kelompoknya termasuk berkorban demi kelompok. Selengkapnya, baca; Pengertian Kelompok Sosial, Ciri, Bentuk/Macam, dan Syaratnya Ilyas Smt Istilah primordialisme bermakna sebagai ide bersama dari anggota masyarakat yang memiliki kesamaan untuk berkelompok berasaskan suku bangsa, idiologi, agama, dukungan politik, dan kepercayaan, dan lain-lainnya. Fadli Iblaze Definisi primordialisme, yakni suatu paham yang pertama di kenal seseorang ketika mengalami pertumbuhan, sehingga hal tersebut mendorong pola perilaku khas dalam membentuk ikatan kelompok yang sama. Ramlan Surbakti Menurut Surbakti, primordialisme ialah keterkaitan seseorang untuk berkelompok yang berdasarkan kekerabatan, suku bangsa, dan adat-istiadat, sehingga kehidupan tersebut melahirkan pola perilaku serta sita-cita yang sama. Robuskha dan Shepsle Dalam pandangan Robuskha dan Shepsle, primordialisme sebagai loyalitas yang dilakukan seseorang secara berlebihan, dengan kata lain loyalitas tanpa batas terhadap budayanya, seperti suku bangsa, agama, ras, kedaerahan, dan keluarga. Selengkapnya, baca; Fungsi Keluarga Menurut Para Ahli Stephen K. Sanderson Menurut pandangan Sanderson, ia mengartikan primordialisme sebagai pandangan atau paham bahwa identitas etnis adalah hal yang melekat pada individu, sehingga sulit dihapuskan atau dihilangkan. Dari pengertian primordialisme menurut beberapa para ahli di atas, maka bisa disimpulkan bahwa primordialisme ialah ideologi atau paham berlandaskan loyalitas berlebihan seseorang atau kelompok dalam membentuk kelompok atau komunitas yang mengutamakan atau menonjolkan kepentingan suatu kelompok agama, ras, daerah, atau keluarga tertentu. Ciri Primordialisme Adapun beberapa ciri-ciri primordialisme adalah antara lain sebagai berikut Berwujud Sebagai Identitas Kelompok Ciri yang pertama dari primordialisme adanya sebuah identitas dalam suatu kelompok, komunitas, golongan dalam masyarakat untuk memperkuat tali ikatan antaranggotanya. Hal ini sebagai wujud telah siap melawan ancaman dari luar, juga sebagai loyalitas yang terwujud lewat mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Konsekuensi dari Adanya Masyarakat Multikultural Primordialisme sebagai konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural, di anggap sebagai suatu paham atau sikap teguh yang ditunjukkan oleh individu terhadap segala hal yang telah melekat dari awal hidupnya, seperti suku bangsa, agama, kepercayaan, ras, tradisi, dan lain-lainnya. Lahir Sikap untuk Mempertahankan Keutuhan Kelompok Ciri ketiga primordialisme, adalah adanya atau lahir sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok atau kesatuan sosial dari beragam ancaman yang dapat hadir dari luar kelompok sosial yang bersangkutan, terwujud dari sikap loyalitas antaranggotanya. Memantik Permusuhan Disadari ataupun tidak, primordialisme bisa memicu timbulnya suatu prasangka dan permusuhan antara golongan atau kelompok yang lainnya. Oleh karena, setiap kelompok akan menganggap atau berprasangka kelompoknya lebih baik dibanding kelompok lainnya, sehingga perselisihan atau permusuhan tidak dapat dihindari. Nilai-Nilai yang Berkaitan dengan Sistem Keyakinan Di dalam diri individu atau kelompok harus ada nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai sosial, keagamaan, pandangan hidup, adat istiadat, nilai dan norma, dan lain sebagainya. Hal ini karena dengan adanya nilai-nilai tadi, pola pikiran dan perilaku setiap individu atau anggota kelompok akan sama. Cita-Cita yang Sama Ciri dari primordialisme yang terakhir adalah adanya atau memiliki cita-cita yang sama. Cita-cita yang sama dalam diri setiap anggota kelompok akan terwujud melalui loyalitas dan kepercayaan yang dimiliki. Tanpa adanya suatu cita-cita yang sama, maka arah dan tujuan kelompok akan menjadi buta arah, bahkan rentang terhadap ancaman dari kelompok atau pihak luar. Dampak Primordialisme Seperti etnosentrisme, primordialisme juga memiliki dampak negatif dan dampak positif dalam penerapannya, antara lain adalah sebagai berikut Dampak Positif Akibat timbulnya primordialisme akan berakibat postif, antara lain; Menjaga Kestabilan dan Keutuhan Budaya Beragam kebudayaan yang ada didalam suatu bangsa atau negara terjaga keutuhannya, yakni kekhasan dari budaya yang bersangkutan tidak tercemar dengan pengaruh budaya yang lainnya. Kesetiaan Pada Bangsa Lewat perilaku yang bangga dengan budaya kelompoknya, mampu melahirkan sikap setia pada bangsanya yang dipicu cinta pada budayanya sendiri, sehingga tidak menimbulkan disintegrasi bangsa. Memperkuat Cinta Tanah Air Melalu dua dampak positif dari primordialisme di atas, akhirnya perilaku primordialisme mengarahkan pada titik cinta tanah airnya dan menolak kebudayaan yang berbeda prinsip atau pandangan dengan kebudayaan tanah airnya. Dampak Negatif Adapun dampak negatifnya, antara lain; Menyebabkan Diskriminasi Primordialisme akan memicu timbulnya diskriminasi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan penilaian berlawanan antara kebudayaan satu dengan yang lainnya akan memantik sikap diskriminasi terhadap individu yang memiliki budaya berbeda dengan mereka. Kelangsungan Hidup Negara Terganggu Dampak negatif berikutnya dari primordialisme ialah mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa, disebabkan karena salah satu pihak lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri dibanding kepentingan masyarakat, sehingga kesatuan bangsa akan terganggu dan tidak berjalan dengan baik, istilah ini juga kerapkali disebut sebagai disintegrasi. Interaksi Antar-Bangsa Terganggu Selanjutnya, primordialisme dianggap memberikan dampak negatif terhadap hubungan antarbangsa, oleh karena salah satu pihak tidak menginginkan masuknya kebudayaan yang baru. Dengan kata lain, tidak mempunyai keinginan untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain, sehingg cenderung untuk menyelesaikan atau mengurus permasalahannya sendiri sesuai dengan keinginan kelompok tersebut. Contoh Primordialisme Beragam kasus-kasus yang berkaitan dengan primordialisme, antara lain; Dalam Bermasyarakat Misalnya, individu yang merantau di suatu daerah akan mencari tempat tinggal dengan masyarakat yang sedaerah dengannya. Contohnya, masyarakat Bali pasti memilih tempat kos yang dihuni oleh mayoritas masyarakat Bali. Sikap ini merepresentasikan perilaku primodialisme. Gerakan Sosial Separatis Dalam sejarah Indonesia, di beberapa daerahnya muncul gerakan-gerakan yang mencerminkan atau mewakili istilah primordialisme, bahkan mengarah pada yang negatif sehingga mengganggu keamanan dan persatuan bangsa. Misalnya saja, Gerakan Aceh Merdeka GAM, Republik Maluku Selatan RMS, Organisasi Papua Merdeka OPM, dan lain sebagainya. Demikianlah penjelasan secara lengkap yang dapat diutarakan, khususnya tentang pengertian primordialisme, ciri, dampak, dan contohnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan pencerahan kepada segenap pembaca sekalian. Terimakasih. Daftar Isi Apa Itu Primordialisme Ciri-ciri Primordialisme 1. Konsekuensi dari Masyarakat Multikultural 2. Menjadi Identitas Kelompok 3. Loyal terhadap Kelompoknya 4. Nilai-nilai dengan Sistem Keyakinan Contoh Perilaku Primordialisme Primordialisme di Indonesia Dampak Primordialisme 1. Dampak Positif Primordialisme - Meningkatkan Nasionalisme - Menjadi Ciri Khas Kelompok - Menjaga Kestabilan Budaya 2. Dampak Negatif Primordialisme - Terjadinya Diskriminasi - Nepotisme - Mengurangi Objektivitas - Ketertinggalan Ilmu Pengetahuan - Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku, agama, ras, budaya dan bahasa. Hal ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda-beda namun tetap satu. Keragaman yang dimiliki Indonesia menghasilkan masyarakat majemuk yang hidup secara berkelompok, namun terpisah oleh kehidupan adanya keragaman suku bangsa ini, maka muncul sikap primordialisme yang dimiliki setiap anggota masyarakat. Primordialisme sendiri adalah nilai-nilai yang dipegang teguh oleh seseorang atau suatu apa ciri-ciri sikap primordialisme? Bagaimana dampak negatif dan positifnya terhadap kehidupan seseorang? Simak selengkapnya di artikel ini! Menurut KBBI, primordialisme adalah suatu sikap memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, dan segala sesuatu yang ada di jurnal berjudul Pengaruh Sikap Primordialisme Terhadap Upaya Pembentukan Proses Harmonisasi Masyarakat Multikultur yang ditulis Prayitno, Berchah Pitoewas, dan Hermi Yanzi, sikap primordialisme adalah ikatan dalam kehidupan sosial yang dipegang teguh oleh seseorang, baik berupa suku bangsa, kepercayaan, ras, kebudayaan dan adat di daerah kelahiran dan lain PrimordialismeDikutip makalah berjudul Pengaruh Primordialisme dalam Lingkup Manusia, Keragaman dan Kesetaraan yang ditulis Irzal Anderson dan Heri Usmanto, ciri-ciri primordialisme antara lain1. Konsekuensi dari Masyarakat MultikulturalPrimordialisme biasanya memang dimiliki oleh masyarakat multikultural yang memiliki diferensiasi sosial, mulai dari budaya, agama, ras atau suku. Maka dari itu, suatu kelompok pasti memiliki pemikiran yang berbeda dengan kelompok lainnya mengikuti ajaran yang mereka terima sedari Menjadi Identitas KelompokPrimordialisme sebagai identitas kelompok adalah faktor penting untuk memperkuat hubungan antar anggota kelompok. Hal ini dimaksudkan supaya bisa menghadapi ancaman yang datang dari luar kelompok tersebut. Selain itu, sikap primordialisme juga memberikan ciri khas atau keunikan antara satu kelompok dengan kelompok Loyal terhadap KelompoknyaSetiap anggota kelompok memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya. Rasa loyal ini didasari oleh perasaan yang tulus dan tidak memikirkan kepentingan pribadi. Setiap anggota juga menganggap bahwa kelompoknya istimewa, bahkan lebih baik dibanding kelompok Nilai-nilai dengan Sistem KeyakinanNilai-nilai yang dipegang teguh setiap anggota tidak dapat dipertanyakan alasan dan penyebabnya. Maka dari itu, pola pemikiran dan perilaku yang dimiliki setiap anggota biasanya akan sama. Kondisi inilah yang akan menciptakan cita-cita yang ingin dicapai Perilaku PrimordialismePrimordialisme terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain primordialisme suku, agama dan kedaerahan. Contoh-contoh dari primordialisme antara lainMembentuk partai politik berdasarkan paham, ideologi, atau keterikatan pada suku bangsa , agama, dan perilaku istimewa kepada orang yang berasal dari kelompok paguyuban atau perkumpulan yang bersifat kekeluargaan. Contohnya seperti persatuan masyarakat Sulawesi Selatan di pernikahan yang berbeda-beda. Contohnya, adanya tradisi sungkem dalam budaya tradisi yang dianggap tak wajar, seperti ritual Ma'nene di Tana Toraja atau potong gigi di di IndonesiaIndonesia adalah negara multikultural dan secara tidak sadar masyarakat Indonesia terus menganut nilai-nilai yang bersifat primordial, yaitu loyalitas terhadap suatu kelompok suku, agama, ras, daerah, atau keluarga. Loyalitas tersebut kadang bisa berlebihan dan mengganggu nilai-nilai yang dipegang kelompok keragaman yang ada pada masyarakat Indonesia adalah adanya komunitas keturunan Tionghoa, India, Arab, dan etnis lain yang membuat masyarakat Indonesia sulit memiliki pemahaman yang sama. Selain itu, kita dapat melihat suku-suku di Indonesia yang masih memegang teguh peraturan daerah, salah satunya adalah suku primordialisme di Indonesia tidak bisa diubah. Maka dari itu, setiap individu harus memiliki sikap toleransi dan menghargai sesama manusia. Kita harus mengerti bahwa jika orang lain memiliki kepercayaan dan pemikiran yang berbeda merupakan hal wajar karena setiap orang tidak tumbuh di lingkungan yang PrimordialismeAda banyak pandangan tentang sikap primordialisme ini. Banyak yang menganggap sikap ini berdampak negatif, namun sikap primordialisme juga memiliki dampak positif. Dampak-dampak sikap primordialisme antara lain1. Dampak Positif Primordialisme- Meningkatkan NasionalismePrimordialisme dapat meningkatkan rasa cinta seseorang terhadap tempat asalnya, sehingga akan mendukung segala keperluan dan kepentingan Menjadi Ciri Khas KelompokPerbedaan yang dimiliki setiap kelompok dapat menjadi ciri khas masing-masing. Hal tersebut bisa menjadi daya tarik bagi orang lain untuk mempelajari tentang kelompok Menjaga Kestabilan BudayaDengan sikap primordialisme, seseorang akan bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan budaya, sehingga mampu menolak kebudayaan yang tidak sesuai dengan norma di Dampak Negatif Primordialisme- Terjadinya DiskriminasiMasing-masing kelompok akan merasa lebih baik dari kelompok lain. Hal ini bisa memicu penindasan atau diskriminasi terhadap kelompok minoritas yang kalah jumlah anggota. Akhirnya, mereka harus hidup dengan pandangan jelek dari orang NepotismePrimordialisme juga bisa memicu adanya nepotisme. Nepotisme sendiri adalah kesukaan yang berlebihan kepada suatu kelompok, entah itu teman, keluarga ada kerabat dekat. Misalnya, seseorang lebih mudah diterima kerja karena mempunyai kenalan kerabat di perusahaan Mengurangi ObjektivitasDengan adanya sikap primordialisme, sangat sulit melihat sesuatu secara objektif. Pastinya tidak mudah untuk mengakui bahwa tindakan yang dilakukan kelompoknya itu salah. Pada akhirnya, kepentingan kelompok akan diutamakan daripada Ketertinggalan Ilmu PengetahuanSuatu kelompok yang terlalu tertutup dan tidak menerima adanya perubahan akan lebih tertinggal dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, semua ini kembali kepada kepercayaan kelompok masing-masing, asalkan tidak merugikan kelompok disadari, mungkin setiap individu memiliki sikap primordialisme. Sebenarnya memiliki perbedaan pendapat dan pemikiran itu sah-sah saja, asalkan kita tetap menjunjung tinggi nilai toleransi agar tidak terjadi perpecahan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! Simak Video "Rangkaian Pelebon Raja Denpasar IX Manah Toya Ning hingga Pawai Ogoh-ogoh" [GambasVideo 20detik] elk/fds Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Primordialisme merupakan pemikiran atas ide yang mengutamakan kepentingan suatu kelompok atau komunitas, yang juga merupakan proses pemikiran yang terdapat dalam unsur-unsur masyarakat Kusumohamidjoyo, 200021-29. Primordialisme juga merupakan faktor penting yang bisa memperkuat ikatan pada suatu kelompok. Primordialisme juga dinilai negatif karena berpotensi mengganggu kehidupan pengertian primordialisme itu sendiri yang bisa diartikan sebagai ikatan-ikatan yang sudah terjalin sejak dahulu atau turun menurun seperti suku, kekerabatan, agama, maupun kelompok. Untuk kelompok sendiri bermacam-macam jenisnya, misalnya dapat dibedakan berdasarkan proses pembentukan kelompok ambil contoh ada kelompok yang telah terbentuk karena ikata ilmiah dan ikatan keturunan yang mengikat warganya melalui adat istiadat dan sistem norma yang sudah ada sejak dahulu telah tumbuh seolah-olah dengan tidak sengaja. Ada pula kelompok yang dibentuk dengan sengaja sehingga aturan-aturan dan sistem yang ada pada kelompok tersebut mengikat anggotanya. Kelompok itu disebut dengan kelompok “grup” atau juga “primary grup”. Secara tidak sadar masyarakat suatu suku bangsa akan mengembangkan ikatan-ikatan yang bersifat primordialisme, yaitu loyalitas berlebihan yang mengutamakan atau menonjolkan kepentingan suatu kelompok agama, ras, daerah, atau keluarga tertentu. Loyalitas yang berlebihan terhadap budaya subnasional tersebut dapat mengancam integrasi bangsa karena primordialisme mengurangi loyalitas warga negara pada budaya nasional dan Negara sehingga mengancam kedaulatan negara. Kencenderungan ini timbul apabila setiap kelompok cultural yang terorganisasi secara politik akan mengembangkan politik aliran yang dapat mengancam persatuan bangsa. Selanjutnya, kelompokkelompok masyarakat tersebut akan mengajukan tuntutan untuk memperjuangkan kepentingan kelompoknya seperti tuntutan pembagian sumber daya alam yang lebih seimbang antara pusat dan daerah. Apabila tidak diakomodasi, tuntutan kelompok masyarakat tersebut akan berkembang menjadi gerakan memisahkan diri suatu kelompok masyarakat dari Negara Kesatuan Republik sebab itu, paham ini bisa saja menjadi pemicu terjadinya konflik antar suku, ras, mapun agama. Ada juga akibat adanya berbagai macam suku bangsa di Indonesia adalah munculnya sikap primordialisme yang dimiliki oleh anggota masyarakat. Sikap primordialisme merupakan ikatan seseorang dalam kehidupan sosial yang sangat berpegang teguh terhadap hal-hal yang dibawa sejak lahir baik berupa suku bangsa, kepercayaan,adat-istiadat dan lain penjelasan diatas,maka dapat disimpulkan beberapa saran sebagai berikut Memberikan wawasan lagi bahwa negara kita itu multikultural. dalam artian tidak hanya memiliki satu kebudayaan yang menurut dia penting. Memperbanyak forum - forum diskusi atau wawancara dengan berbagai macam latar belakang, sehingga orang - orang semakin terbuka pikirannya, dan tidak menjudge lagi apa yang sebelumnya mereka kira seperti ini dan seperti memiliki rasa toleransi supaya bisa menerima perbedaan yang ada, mensosialisikan kebudayaan secara perlahan sehingga bisa diterima oleh masyarakat sekitar, menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai tanpa memandang rendah yang lain Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Hai, Lestari. Kakak bantu jawab ya. Jawaban yang benar adalah E. Loyalitas dan sentimen terhadap hal-hal yang dibawa sejak lahir Yuk, simak penjelasan berikut! Primordialisme bermakna suatu perasaan-perasaan dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi dan kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu baru dilahirkan. Dengan demikian, primordialisme dapat dikatakan juga sebagai loyalitas dan sentimen yang dibawa sejak lahir. Terima kasih sudah bertanya dan menggunakan Roboguru. Semoga membantu ya

primordialisme merupakan salah satu elemen pada masyarakat multikultural yaitu